Menilik Karakteristik Arsitektur Modern Di Indonesia

Indonesia terus tumbuh dan berkembang dalam banyak hal, termasuk gaya arsitektur. Dulunya, berbagai macam hunian dibangun dengan konsep arsitektur lokal, namun kini parasnya lebih banyak dipengaruhi oleh gaya arsitektur modern. Tak hanya hunian, konsep bangunan futuristik juga merambah hingga sketsa gedung pencakar langit yang bertebaran di ibukota.

 

Diperkenalkan pertama kali oleh Liem Bwan Tjie, gaya arsitektur modern mulai banyak menghiasi cakrawala metropolitan di Indonesia. Bersama kawan – kawan yang juga berprofesi sebagai arsitek, Liem Bwan Tjie mengadaptasi ide segarnya ke berbagai rancangan bangunan, salah satu yang cukup fenomenal ialah Gedung Bank Indonesia.

Model Arsitektur Modern Di Awal “Perkenalannya”

Model arsitektur modern rancangan Liem Bwan Tjie dan kawan – kawan dapat dilihat di berbagai wilayah Indonesia, dengan angka konsentrasi terbanyak di daerah Semarang dan Jakarta. Buah pikirannya diwujudkan dalam bentuk rumah tinggal, kantor korporat, serta bangunan fasilitas umum.

Dalam bentuk hunian, ada rumah tinggal milik Sih Tiauw Hien dan Tan Tjong Le di Semarang dan Villa Oei Tjong Houw di Kopeng yang bisa dijadikan contoh. Selain rumah – rumah tersebut, Liem Bwan Tjie juga merancang kantor pusat dan cabang milik Oei Tiong Ham Concern yang merupakan perusahaan terkenal pada masa itu.

Di lini fasilitas umum, ada gedung BI (Bank Indonesia) di Thamrin serta Stadion Ikada & Stadion Teladan di Medan yang juga merupakan rancangan Liem dan kawan – kawan.

Kini, model arsitektur modern terus dieksplorasi oleh arsitek muda Indonesia. Bersenjatakan perangkat canggih dan ide – ide gila, mereka terus melakukan serangkaian proses rancang bangun untuk mendapatkan bentuk hunian yang tidak hanya tepat untuk kondisi wilayah setempat, melainkan juga enak dipandang mata.

Model arsitektur modern di Indonesia sendiri banyak yang mengawinkan antara budaya lokal dan arsitektural futuristik. Dimana, bentuk dan kenyamanannya disesuaikan dengan kearifan lokal. Sehingga, bangunan tidak didesain untuk sekadar mengikuti jaman saja, melainkan juga mengangkat nilai – nilai budaya setempat.

Beberapa contoh model arsitektur modern yang masih mempertahankan akar budaya setempatnya ialah bangunan – bangunan di daerah Bali. Bangunan – bangunan ini tidak sepenuhnya mengadaptasi konsep arsitektural modern, melainkan masih mempertahankan unsur lokal. Hal ini dibuktikan lewat penggunaan ornamen – ornamen bernuansa tradisional di sejumlah sisi bangunan.

Karakteristik Arsitektur Modern di Indonesia

Konsep rancang bangun futuristik memiliki beberapa ciri khas yang nampak tegas. Meski demikian, sebagian orang sering salah pengertian dan menyandingkannya dengan konsep minimalis. Padahal, arsitektur modern dan minimalis punya definisi dan karakter yang berbeda. Berikut beberapa karaktersitik arsitektur modern yang paling menonjol :

 

1. Ekonomis, Mudah dan Indah

 

Melansir situs salah satu kelompok arsitek di Indonesia, arsitektur modern muncul karena adanya kemajuan dalam bidang technology sehingga mendorong seseorang untuk merancang bangunan dengan 3 sifat, yakni ekonomis, mudah dan indah.

 

Hal ini dimulai sejak pertengahan abad ke – 20, dimana sebagian rumah dibangun dengan konsep yang lain dari biasanya. Konsep yang dinamakan arsitektur modern ini bertolak belakang dari gaya lama atau arsitektur vernakular yang mengedepankan unsur etnik, dimana konsep modern justru tampil lebih sederhana. Konsep ini juga banyak mengurangi penggunaan ornamen – ornamen yang tidak perlu. Titik beratnya ialah fungsionalitas dan kesederhanaan.

 

Arsitektur modern juga berfokus pada konsep bentuk, konstruksi, dan ruang yang ditandai dengan penggunaan konstruksi beton bertulang, kayu, baja, dan bahan – bahan lainnya yang bersifat ringan. Adapun konsep ruangannya berbentuk kubisme atau persegi panjang yang bersifat efisien serta fleksibel.

 

Karakteristik itulah yang masih dipertahankan oleh para perancang arsitektur modern hingga saat ini. Dimana, rumah tidak lagi terjebak dalam gaya lokal dan tradisional, melainkan lebih bersifat simple, ekonomis, dan indah. Rumah modern juga didefinisikan sebagai tempat tinggal yang nyaman, sehingga perawatannya harus mudah dan bisa diatur sesuai keinginan penghuninya.

 

2. Bergaya Minimalis

 

Arsitektur modern selalu mengusung gaya minimalis. Hal ini bertujuan untuk menghindari pemborosan dari segi waktu pengerjaan, biaya, maupun material. Selain itu, konsep ini mengedepankan aspek fungsi bahan bangunan dan bukannya aksesori. Sebab pada dasarnya, arsitektur modern menekankan prinsip less is more, yakni semakin sederhana semakin baik.

 

3. Bersifat Terbuka

 

Berbeda dari arsitektur vernakular yang terkesan lebih tertutup, arsitektur modern justru tampil lebih terbuka. Hal ini diperkuat dengan pengurangan sekat antar ruangan dan penggunaan kaca yang lebih banyak untuk memaksimalkan kapasitas ruangan dan intensitas cahaya yang masuk.

 

Uniknya, konsep minim sekat ini membuat bangunan modern jadi punya ornamen-nya sendiri. Ya, “ornamen” tersebut adalah pemandangan alam yang terbentang tepat di depan kaca. Selain lebih indah, pemandangan alam juga dinilai lebih efektif menambah nilai estetika suatu bangunan.

 

4. Bersifat Kokoh 

 

Umumnya, arsitektur modern memiliki konstruksi yang cukup kokoh. Dimana, tiang dan lantai dibuat saling terhubung satu sama lain, sehingga menjadi sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

 

Meski demikian, bangunan modern masih kalah kokoh apabila dibandingkan dengan bangunan tradisional. Sebab, bangunan tradisional dibangun dengan sistem trial and error, yakni dibangun beberapa kali untuk mendapatkan bentuk yang sesuai dengan kondisi di wilayah setempat.